Kamis, 09 Oktober 2014

SEMUA TENTANG PENELITIAN

1. Mengapa kita melakukan Penelitian ?
            Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan rasa ingin tahu manusia terhadap suatu kejadian atau gejala alam tertentu.

2. Jelaskan 3 aliran Filsafat Penelitian ?
1. PRAPOSITIVISME
            Filsafat ini berpandangan bahwa realitas itu berkembang secara alamiah. Peneliti mengamatinya sebagai pengamat yang pasif, artinya tidak dengan sengaja memanipulasi lingkungan dan tidak malakukan eksperimen dengan lingkungan. Aliran ini menghasilkan penelitian deskriptif kualitatatif.

2. POSITIVISME
            Positivisme, sebagai salah satu aliran filsafat yang bebas nilai dikembangkan mulai abad ke 19.

1.        Positivisme sosial; Tokohnya Henry Sain Simon dan Auguste Comte. Paham ini meyakini bahwa kehidupan sosial hanya dapat di capai melalui penerapan ilmu-ilmu positif. Tokoh lainnya yaitu; John Stuart Mill, Gioseppe Ferrari, dll.
2.        Positivisme evolusioner; Tokohnya Charles Lyell, Charles Darwin, Herbert Spencer, Wilhem Wundt, Ernst Hackel. Jika positivisme sosial percaya kemajuan dapat berlangsung berdasarkan ilmu pengetahuan, sedang positivisme evolusioner meyakini interaksi manusia-semesta sebagai penentu kemajuan.
3.        Positivisme logis; tokohnya Rudolph Carnapp, Alfred Ayer, Wittgenstein, dll. Paham ini lebih memfokuskan diri pada logika dan bahasa ilmiah. Prinsip yang diyakini paham ini adalah ISOMORFI yaitu adanya hubungan mutlak antara bahasa dan dunia nyata.

Dalam hal ini, positivisme menyebutkan, hanya ada dua jalan untuk mengetahui:
1.      Verifikasi langsung melalui data pengindera (empirikal).
2.      Penemuan lewat logika (rasional).

Positivisme mempunyai slogan yang terkenal yaitu "savoir pour prevoir, prevoir pour pouvoir" yang artinya dari ilmu muncul prediksi, dan dari prediksi muncul aksi.

Komponen-komponen pokok teori dan metodologi positivis adalah sebagai berikut:
·         Metode penelitian: kuantitatif
·         Sifat metode positivisme adalah obyektif.
·         Penalaran: deduktif.
·         Hipotetik

2. POST POSITIVSME
            Munculnya gugatan terhadap positivisme  di mulai tahun 1970-1980an. Pemikirannya dinamai “post-positivisme”. Tokohnya; Karl R. Popper, Thomas Kuhn, para filsuf mazhab Frankfurt (Feyerabend, Richard Rotry). Paham ini menentang positivisme, alasannya tidak mungkin menyamaratakan ilmu-ilmu tentang manusia dengan ilmu alam, karena tindakan manusia tidak bisa di prediksi dengan satu penjelasan yang mutlak pasti, sebab manusia selalu berubah.

Asumsi Dasar Post-Positivsme
1.      Fakta tidak bebas nilai, melainkan bermuatan teori.Falibilitas Teori, tidak satupun teori yang dapat sepenuhnya dijelaskan dengan bukti-bukti empiris, bukti empiris memiliki kemungkinan untuk menunjukkan fakta anomali.
2.      Fakta tidak bebas melainkan penuh dengan nilai. Interaksi antara subjek dan objek penelitian. Hasil penelitian bukanlah reportase objektif melainkan hasil interaksi manusia dan semesta yang penuh dengan persoalan dan senantiasa berubah.
3.      Asumsi dasar post-positivisme tentang realitas adalah jamak individual. Hal itu berarti bahwa realitas (perilaku manusia) tidak tunggal melainkan hanya bisa menjelaskan dirinya sendiri menurut unit tindakan yang bersangkutan.
4.      Fokus kajian post-positivis adalah tindakan-tindakan (actions) manusia sebagai ekspresi dari sebuah keputusan.
Komponen-komponen pokok teori dan metodologi post-positivis adalah sebagai berikut:
·         Metode penelitian: kualitatif
·         Sifat metode post-positive: Subyektif
·         Penalaran: Induktif.
·         Interpretatif


3. Apa hakekat Penelitian itu ?
            Pencarian jawaban dari pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya oleh peneliti. Selanjutnya hasil penelitian akan berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada saat dimulainya penelitian. Untuk menghasilkan jawaban tersebut dilakukan pengumpulan, pengolahan dan analisis data dengan menggunakan metode tertentu

4. Pengertian Metode Penelitian ?
            Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.

5. Apa yg dimaksud dengan Cara Ilmiah ?
1.      Rasional, bahwa kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
2.      Empiris, bahwa cara-cara yang dilakukan dalam penelitian itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunkan.
3.      Sistematis, bahwa proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut ilmiah.

6. Jelaskan pengertian Data ?
            Berdasarkan sumbernya, data penelitian dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu data primer dan data sekunder.
1.      Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus (focus grup discussion – FGD) dan penyebaran kuesioner.
2.      Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.
            Berdasarkan bentuk dan sifatnya, data penelitian dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu data kualitatif (yang berbentuk kata-kata/kalimat) dan data kuantitatif (yang berbentuk angka). Data kuantitatif dapat dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkannya yaitu data diskrit dan data kontinum. Berdasarkan sifatnya, data kuantitatif terdiri atas data nominal, data ordinal, data interval dan data rasio.

1. Data Kualitatif
            Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.

2. Data Kuantitatif
            Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika.

            Berdasarkan proses atau cara untuk mendapatkannya, data kuantitatif dapat dikelompokkan dalam dua bentuk yaitu sebagai berikut:
a.       Data diskrit adalah data dalam bentuk angka (bilangan) yang diperoleh dengan cara membilang. Contoh data diskrit misalnya: Jumlah Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan XXX sebanyak 20. Jumlah siswa laki-laki di SD YYY sebanyak 67 orang. Jumlah penduduk di Kabupaten ZZZ sebanyak 246.867 orang. Karena diperoleh dengan cara membilang, data diskrit akan berbentuk bilangan bulat (bukan bilangan pecahan).
b.      Data kontinum adalah data dalam bentuk angka/bilangan yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran. Data kontinum dapat berbentuk bilangan bulat atau pecahan tergantung jenis skala pengukuran yang digunakan. Contoh data kontinum misalnya: Tinggi badan Budi adalah 150,5 centimeter. IQ Budi adalah 120. Suhu udara di ruang kelas 24o Celcius.
           
            Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data kuantitatif dapat dikelompokan dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda yaitu:

1.      Data nominal atau sering disebut juga data kategori yaitu data yang diperoleh melalui pengelompokkan obyek berdasarkan kategori tertentu.  Perbedaan kategori obyek hanya menunjukan perbedaan kualitatif. Walaupun data nominal dapat dinyatakan dalam bentuk angka, namun angka tersebut tidak memiliki urutan atau makna matematis sehingga tidak dapat dibandingkan. Logika perbandingan “>” dan “<” tidak dapat digunakan untuk menganalisis data nominal. Operasi matematika seperti penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), atau pembagian (:) juga tidak dapat diterapkan dalam analisis data nominal. Contoh data nominal antara lain:
Jenis kelamin yang terdiri dari dua kategori yaitu:
·         Laki-laki
·         Perempuan
            Angka (1) untuk laki-laki dan angka (2) untuk perempuan hanya merupakan simbol yang digunakan untuk membedakan dua kategori jenis kelamin. Angka-angka tersebut tidak memiliki makna kuantitatif, artinya angka (2) pada data di atas tidak berarti lebih besar dari angka (1), karena laki-laki tidak memiliki makna lebih besar dari perempuan. Terhadap kedua data (angka) tersebut tidak dapat dilakukan operasi matematika (+, -, x, : ). Misalnya (1) = laki-laki, (2) = perempuan, maka (1) + (2) ≠ (3), karena tidak ada kategori (3) yang merupakan hasil penjumlahan (1) dan (2).
Status pernikahan yang terdiri dari tiga kategori yaitu: (1) Belum menikah, (2) Menikah, (3) Janda/ Duda. Data tersebut memiliki sifat-sifat yang sama dengan data tentang jenis kelamin.

2.      Data ordinal adalah data yang berasal dari suatu objek atau kategori yang telah disusun secara berjenjang menurut besarnya. Setiap data ordinal memiliki tingkatan tertentu yang dapat diurutkan mulai dari yang terendah sampai tertinggi atau sebaliknya. Namun demikian, jarak atau rentang antar jenjang yang tidak harus sama. Dibandingkan dengan data nominal, data ordinal memiliki sifat berbeda dalam hal urutan. Terhadap data ordinal berlaku perbandingan dengan menggunakan fungsi pembeda yaitu  “>” dan “<”. Walaupun data ordinal dapat disusun dalam suatu urutan, namun belum dapat dilakukan operasi matematika ( +, – , x , : ). Contoh jenis data ordinal antara lain. Tingkat pendidikan yang disusun dalam urutan sebagai berikut:
·         Taman Kanak-kanak (TK)
·         Sekolah Dasar (SD)
·         Sekolah Menengah Pertama (SMP)
·         Sekolah Menengah Atas (SMA)
·         Diploma
·         Sarjana
            Analisis terhadap urutan data di atas menunjukkan bahwa SD memiliki tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengan TK dan lebih rendah dibandingkan dengan SMP. Namun demikian, data tersebut tidak dapat dijumlahkan, misalnya SD (2) + SMP (3) ≠ (5) Diploma. Dalam hal ini, operasi  matematika ( + , – , x, : ) tidak berlaku untuk data ordinal.
Peringkat (ranking) siswa dalam satu kelas yang menunjukkan urutan prestasi belajar tertinggi sampai terendah. Siswa pada peringkat (1) memiliki prestasi belajar lebih tinggi dari pada siswa peringkat (2).

3.      Data Interval adalah data hasil pengukuran yang dapat diurutkan atas dasar kriteria tertentu serta menunjukan semua sifat yang dimiliki oleh data ordinal. Kelebihan sifat data interval dibandingkan dengan data ordinal adalah memiliki sifat kesamaan jarak (equality interval) atau memiliki rentang yang sama antara data yang telah diurutkan. Karena kesamaan jarak tersebut, terhadap data interval dapat dilakukan operasi matematika penjumlahan dan pengurangan ( +, – ). Namun demikian masih terdapat satu sifat yang belum dimiliki yaitu tidak adanya angka Nol mutlak pada data interval. Berikut dikemukakan tiga contoh data interval, antara lain:
a.       Hasil pengukuran suhu (temperatur) menggunakan termometer yang dinyatakan dalam ukuran derajat. Rentang temperatur antara 00 Celcius sampai  10 Celcius memiliki jarak yang sama dengan 10 Celcius sampai  20 Celcius. Oleh karena itu berlaku operasi matematik ( +, – ), misalnya 150 Celcius + 150 Celcius = 300 Celcius. Namun demikian tidak dapat dinyatakan bahwa benda yang bersuhu 150 Celcius memiliki ukuran panas separuhnya dari benda yang bersuhu 300 Celcius. Demikian juga, tidak dapat dikatakan bahwa benda dengan suhu 00 Celcius tidak memiliki suhu sama sekali. Angka 00 Celcius memiliki sifat relatif (tidak mutlak). Artinya, jika diukur dengan menggunakan Termometer Fahrenheit diperoleh 00 Celcius = 320 Fahrenheit.
b.      Kecerdasaran intelektual yang dinyatakan dalam IQ. Rentang IQ 100 sampai  110 memiliki jarak yang sama dengan 110 sampai  120. Namun demikian tidak dapat dinyatakan orang yang memiliki IQ 150 tingkat kecerdasannya 1,5 kali dari urang yang memiliki IQ 100.
c.       Didasari oleh asumsi yang kuat, skor tes prestasi belajar (misalnya IPK mahasiswa dan hasil ujian siswa) dapat dikatakan sebagai data interval.
d.      Dalam banyak kegiatan penelitian, data skor yang diperoleh melalui kuesioner (misalnya skala sikap atau intensitas perilaku) sering dinyatakan sebagai data interval setelah alternatif jawabannya diberi skor yang ekuivalen (setara) dengan skala interval, misalnya:
·         Skor (5) untuk jawaban “Sangat Setuju”
·         Skor (4) untuk jawaban “Setuju”
·         Skor (3) untuk jawaban “Tidak Punya Pendapat”
·         Skor (2) untuk jawaban “Tidak Setuju”
·         Skor (1) untuk jawaban “Sangat Tidak Setuju”
·         Dalam pengolahannya, skor jawaban kuesioner diasumsikan memiliki sifat-sifat yang sama dengan data interval.

4.      Data rasio adalah data yang menghimpun semua sifat yang dimiliki oleh data nominal, data ordinal, serta data interval. Data rasio adalah data yang berbentuk angka dalam arti yang sesungguhnya karena dilengkapi dengan titik Nol absolut (mutlak) sehingga dapat diterapkannya semua bentuk operasi matematik ( + , – , x, : ). Sifat-sifat yang membedakan antara data rasio dengan jenis data lainnya (nominal, ordinal, dan interval) dapat dilihat dengan memperhatikan contoh berikut:
            Panjang suatu benda yang dinyatakan dalam ukuran meter adalah data rasio. Benda yang panjangnya 1 meter berbeda secara nyata dengan benda yang panjangnya 2 meter sehingga dapat dibuat kategori benda yang berukuran 1 meter dan 2 meter (sifat data nominal). Ukuran panjang benda dapat diurutkan mulai dari yang terpanjang sampai yang terpendek (sifat data ordinal). Perbedaan antara benda yang panjangnya 1 meter dengan 2 meter memiliki jarak yang sama dengan perbedaan antara benda yang panjangnya 2 meter dengan 3 (sifat data interval). Kelebihan sifat yang dimiliki data rasio ditunjukkan oleh dua hal yaitu: (1) Angka 0 meter menunjukkan nilai mutlak yang artinya tidak ada benda yang diukur; serta (2) Benda yang panjangnya 2 meter, 2 kali lebih panjang dibandingkan dengan benda yang panjangnya 1 meter yang menunjukkan berlakunya semua operasi matematik. Kedua hal tersebut tidak berlaku untuk jenis data nominal, data ordinal, ataupun data intervalData hasil pengukuran berat suatu benda yang dinyatakan dalam gram memiliki semua sifat-sifat sebagai data interval. Benda yang beratnya 1 kg. berbeda secara nyata dengan benda yang beratnya 2 kg. Ukuran berat benda dapat diurutkan mulai dari yang terberat sampai yang terringan. Perbedaan antara benda yang beratnya 1 kg. dengan 2 kg memiliki rentang berat yang sama dengan perbedaan antara benda yang beratnya 2 kg. dengan 3 kg. Angka 0 kg. menunjukkan tidak ada benda (berat) yang diukur. Benda yang beratnya 2 kg., 2 kali lebih berat dibandingkan dengan benda yang beratnya 1 kg.

Pemahaman peneliti terhadap jenis-jenis data penelitian tersebut di atas bermanfaat untuk menentukan teknik analisis data yang akan digunakan. Terdapat sejumlah teknik analisis data yang harus dipilih oleh peneliti berdasarkan jenis datanya. Teknik analisis data kualitatif akan berbeda dengan teknik analisis data kuantitatif. Karena memiliki sifat yang berbeda, maka teknik analisis data nominal akan berbeda dengan teknik analisis data ordinal, data interval, dan data rasio.

7. Jelaskan Tujuan Penelitian ?
            Tujuan penelitian adalah suatu indikasi kerah mana, atau data (informasi) apa yang akan dicapai melalui penelitian itu. Tujuan penelitian dirumuskan  dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable). Misal :
1.    Memperoleh informasi (data) tentang jumlah pemeriksaan ibu-ibu hamil di kecamatan “X” selama kehamilan.
2.    Memperoleh informasi tentang hubungan antara frekuensi pemeriksaan kehamilan dengan BBLR

Tujuan penelitian dapat dibagi menjadi :
a. Tujuan umum
            Tujuan umum merupakan tujuan penelitian secara keseluruhan yang ingin dicapai melalui penelitian.
b. Tujuan khusus
            Tujuan khusus merupakan penjabaran atau pentahapan tujuan umum, sifatnya lebih operasional dan spesifik. Bila semua tujuan khusus tercapai, maka tujuan umum penelitian juga terpenuhi. Kata-kata operasional dalam tujuan khusus adalah : mengukur, mengidentifikasi, menganalisa, membandingkan, menilai, mengetahui, dll.

8. Jelaskan Kegunaan/manfat Penelitian ?
            Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi sekolah, guru, dan siswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

9. Jelaskan perbedaan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dr aspek: Desain, Tujuan, Metode, Instrumen, Data, Sampel/Sumber Data, analisis, hub dng responden dan usulan penel ?

1.      Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatan etik, dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner, pilihan jawaban dan skor-skornya. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan.

2.      Dari segi konsep atau teori, penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya, melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka, kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep, teori atau menguji (retest) teori, sedangkan kualitatif mengembangkan ,menciptakan, menemukan konsep atau teori.

3.      Dari segi hipotesis, penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal, yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih, sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data, kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi.

4.      Dari segi teknik pengumpulan data, penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner, sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi.

5.      Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian, penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh, keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel, atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti.

6.      Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar, jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus, persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informan-awal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik bola salju (snow-ball), sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi.

7.      Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif, yakni dari penetapan variabel (konsep), kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Di sisi lain, penelitian kualitatif berproses secara induktif, yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden, life story, life sycle, berkenaan dengan topik atau masalah penelitian), tanpa evaluasi dan interpretasi, kemudian dikategori, diabstraksi serta dicari tema, konsep atau teori sebagai temuan.

8.      Dari bentuk sajian data, penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel, sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden.

9.      Dari segi definisi operasional, penelitian kuantitatif menggunakannya, sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan, karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional, berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukanemik lagi. Dengan menetapkan definisi operasional, berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator, yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat, pengalaman atau pandangan mereka.

10.  (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik, sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data, dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi, mereduksi, mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi.

11.  Dari segi instrumen, penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Di sisi lain, pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner.

12.  Dari segi kesimpulan, penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian, sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat, mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. Di sisi lain, penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statisti

SUMBER






http://wayanweb.wordpress.com/ptk/pendahuluan/kegunaan-hasil-penelitian/

GUNUNG CIREMAI

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") adalah gunung berapi kerucut yang secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektareNama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.[Sumber]
Pada kesempatan kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi gunung ciremai. kami berangkat dari Subang menuju cirebon terlebih dahulu dengan menggunakan Jasa kereta api. untuk sekarang Jadwal kerata api dari Pagadenbaru ke Cirebon saya kurang tahu jadi kawan-kawan bisa cek di web PT. KAI. Langsung saja deh! ceritanya saya sudah sampai di pos pendakian gunung ciremai. saya dan rekan-rekan mengambil jalur pendakian Linggarjati,
Pos Linggarjati
Katanya sih jalur ini sudah di tutup karena telah banyak menelan korban jiwa. Memang jalur ini terkenal terjalnya dari dua jalur pendakian lainnya yaitu Apuy dan Palutungan. Tapi saya akan menceritakan perjalanan saya. Sumber air yang ada di Jalur pendakian Linggarjati hanya ada di Cibunar sehingga membuat para pendaki dijalur ini harus siap membawa air dari pos Cibunar ini. minimal setiap orang harus membawa air 5-10 liter air untuk perjalanan naik turun.
Cibunar

Perjalanan selanjutnya jangan berharap ada jalan yang datar walaupun setelah pos cibunar adalah pos leuweung datar itu cuma nama saja pada kenyataannya tidak ada yang datar. kami rencananya akan cam di pos pangalap. Jadi targetan hari pertama kami sapai pos pangalap. walaupun di perjalanan kami harus banyak berhenti karena kecapen.

Perjalanan
Sesampainya di pos Pangalap kami langsung mendirikan tenda, disana mulai terasa seni dari naik gunung yaitu membuat tenda, Masak dan saling bercerita. sebenarnya kami bisa langsung saja melanjutkan perjalan sampai ke puncak gunung tetapi menurut saya pendakian itu harus di nikmati sambil kita menyiapkan tenaga untuk perjalanan selanjutnya supaya lebih bugar. karena kebanyakan orang yang meninggal digunung kebanyakan memaksakan kehendaknya.

Pos Pangalap
Pagi harinya kami melanjutkan perjalanan.target kami untuk hari kedua adalah sampai ke pos pengasinan. pos terakhir sebelum sampai di puncak ciremai.

Pos pangasinan
Pagi hari sekali kami langsung naik ke puncak gunung melihat sunrise di puncak gunung tertinggi di Jawa barat ini. sebuah pemandangan yang sangat luar biasa yang kami lihat di puncak gunung berikut ini beberapa foto kami di puncak gunung ciremai.

Puncak

Sunrise

Kawah

Kawah
Kawah


AIR TERJUN CILEAT



Air terjun Cileat merupakan objek wisata alam yang berada di kecamatan Cisalak kebupaten Subang provinsi Jawa barat. Objek wisata Air Terjun cileat merupakan satu kebanggaan masyarakat  Subang karena merupakan Air Terjun tertinggi di kabupaten subang dengan ketinggian 40 m. Untuk masuk ke objek wisata alam Air Terjun cileat pengunjung harus membayar biaya masuk Rp.4000 dan memerlukan waktu 3 Jam perjalanan untuk samapai ke air terjun di mulai dari pos tiket. Perjalanan akan tidak terasa karena pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam karena ada 4 Air Terjun kecil yang harus kita lewati dan sawah milik warga untuk sampai ke air terjun cileat.

Objek wisata air terjun cileat biasanya ramai di kunjungi pada saat libur sekolah dan libur lebaran. Tidak jarang dari mereka yang membawa peralatan camping dan menginap di objek wisata Air Terjun cileat karena di sana sediakan tempat untuk camping. mereka biasanya yang camping di dominasi oleh anak sekolah yang mengisi liburan sekolah. Selain pemandangan alam yang indah pengunjung juga bisa melihat aneka fauna yang ada di objek wisata air terjun cileat. pengunjung biasanya akan bertemu dengan monyet liar yang bergelantungan dipohon. Biasanya mereka akan turun untuk mencari makan.


Pemandangan yang indah di air terjun cileat adalah ketika matahari mulai terbit. akan terlihat sebuah pelangi setengah lingkaran yang sangat indah karena tetesan air terjun yang terkena cahaya matahari, Terkadang kita akan melihat dua pelangi yang melingkari air terjun seperti sebuah pintu masuk. Suasana ini yang paling di tunggu oleh para pengunjung air terjun cileat.

PPG MATEMATIKA UNJ ANGKATAN I

Masih ingat dengan media yang saya buat ini. sebagai kenangkenangan saya posting di blog saya siapa tau teman - teman ingin mengoleksinya. terutama kepada Aji, Ratna, Septi, Eka, Wahyu, Mega dan para aktor yang ada pada pembuatan media ini. semoga bermanfaat. hehehe

AWAS BARANG BERBAHAYA!

PENGABDIANKU DI BUKIT KAUNIKI

Nama Saya Arsa Winata, Saya Kelahiran Subang Jawa Barat. Ini adalah cerita pengabdian saya menjadi seorang Guru di Pulau Timor tepatnya di Desa Kauniki Kec. Takari Kab. Kupang Prov. Nusa Tenggara Timur. Saya mengikuti program Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) yaitu Program SM-3T (Serjana Mendidik Daerah Terdepan, Tertingal, Terluar) dan saya di temapatkan di kab.Kupang dari targetan penempatan seluruh Indonesia untuk daerah tertinggal. Saya sudah melaksanakan tugas ini tiga bulan di Pulau Timor dari jangka waktu kontrak selama satu tahun, walaupun baru tiga bulan saya sudah merasakan getaran indahnya Indonesia dan pengalaman yang sangat berharga, menjadikan pengalaman ini bisa saya ambil hikmahnya.Benar kata Shu Hok Gie (1942-1968) “ Mencintai Tanah Air Indonesia dapat di tumbuhkan dengan mengenal masyarakat Indonesia dari dekat”. Di pulau ini saya semakin menyadari beranekaragam Indonnesia dengan suku dan budayanya menjadikan Indonesia ini semakin indah, sumber daya alam yang melimpah seperti emas, mangan, marmer, tapi yang patut disayangkan karena tidak adanya sumber daya manusia yang mampu mengelola kekayaan alam ini.tapi mudah-mudahan ini akan menjadi menjadi warisan bagi anak cucu kita agar bisa menikmati sumber daya alam ini. Dengan mempersiapkam mereka sebagai sumber daya manusia yang unggul pada masa yang akan datang.


 
Bukit Kauniki

Di sini saya mengajar di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di dekat sebuah gunung batu Kauniki yang menjadi kebanggan masyarakat Desa Kauniki mereka sangat mensakralkan gunung batu ini, karena mereka meyakini bahwa dengan gunung ini mereka bisa meminta turunnya hujan dan masih digunakan sebagai tempat pemujaan, desa ini juga pernah menjadi saksi bisu pejuang Indonesia karena dahulunya desa ini merupakan sebuah kerajaan Timor dengan raja yang terkenal pada saat itu adalah Raja Sonbai yang begitu gigih memerangi penjajah untuk memerdekakan Indonesia. Namun hal ini berbanding terbalik dengan keadaan masyarakatnya.yang pada saat ini kurang begitu memperhatikan pendidikan. Orang tua lebih mengarahkan anak-anaknya menjadi penggembala sapi dan berkebun jagung. Banyak diantara murid-murid pada saat musim tanam jagung ataupun pada saat musim panen tidak masuk karena harus membantu kedua orang tuanya di kebun, yang menjadi kendala juga letak sekolah yang sangat jauh menyebabkan mereka harus berjalan cukup jauh untuk sampai ke sekolah dan harus melewati sungai yang pada musim hujan akan banjir dan gunung yang cukup tinggi dan sulit dilewati.
Saya mengajar Matematika Kelas VIII yang jumlah muridnya sebanyak 20 orang dari jumlah murid keseluruhan di sekolah itu sebanyak 47 orang yang terdiri dari 20 orang kelas VII, 20 orang kelas VIII dan 7 orang kelas IX. Untuk kelas IX mereka harus bergabung dengan sekolah lain karena mereka tidak memenuhi satu rombongan belajar untuk melaksanakan Ujian Nasional. Hal ini diperparah dengan tidak adanya Kepala Sekolah ataupun guru PNS yang bertugas di sekolah itu. Walaupun sekolah itu sudah negeri, yang ada di sini hanya lima orang Guru Honorer Komite yang dibayar seadanya. Sudah 4 tahun mereka mempertahankan sekolah ini dengan gaji dibayar seadanya.
 
Muridku
Hal yang paling menarik ketika kita menjadi seorang guru, pada saat kita merasakan dekat dengan murid kita sendiri di sana kita menemukan ketenangan dan pancaran wajah murid-murid yang haus akan ilmu. Setiap tatap matanya menyimpan harapan yang besar. Saya menyadari bahwa merekalah yang akan menjadi aktor sejarah Indonesia yang akan mengantarkan Indonesia ke puncak kemakmuran. Hal ini yang membuat saya bangga dengan profesi saya sendiri yaitu menjadi seorang guru yang bisa mengantarkan putra-putri terbaik Indonesia meraih impiannya di masa yang akan datang.
Namun untuk membawa putra-putri terbaik Indonesia untuk meraih impian mereka tidak semudah membalikan telapak tangan, begitu pun yang saya alami di sini tapi semakin permasalahan itu silih berganti. saya semakin siap untuk menghadapinya. Salah satu Contoh ketika saya mengajar materi lingkaran kepada mereka. Permasalahanya adalah masalah Bahasa, Bahasa Indonesia mereka kurang lancer jadi saya harus pelan dalam berbicara supaya mereka mengerti dengan apa yang saya sampaikan. Saya pernah mencoba mengajarkan mereka dengan menggunakan media pembelajaran yang benda digunakan dalam media ini mudah di temukan di manapun dalam kehidupan mereka. alhasil mereka semakin pusing dan tidak mengerti tentang materi ini. Hal ini membuat saya semakin berpikir cara apa yang harus gunakan dalam mengajar. Sempat saya bertanya kepada orang tua, tokoh masyarakat dan guru yang lainya, mereka memberikan saran bahwa murid-murid disini harus di beri pukulan atau kekerasa terlebih dahulu baru mereka akan mengerti tentang apa yang kita samapaikan, karena kalau tidak keras mereka akan berani pada guru. ini sangat membuat saya harus berpikir lagi karena selama ini saya berkeyakinan bahwa dalam proses pendidikan tidak ada yang namanya kekerasan ataupun mengajar dengan kontak fisik, pikiran saya adalah bukan untuk menyuruh anak untuk belajar tapi bagaimana caranya anak supaya mau belajar.
Hari-hari pun berlalu permasalah ini saya serahkan pada waktu biarlah waktu yang menjawab masalah semua ini dan akhirnya permasalahan ini terjawab dengan sendirinya ketika banyak murid yang terlambat hampir setiap hari dan saya melihat banyak buku yang disimpan di meja tempat duduk mereka, akhirnya saya menanyakan kepada mereka, jawab mereka adalah mereka kesekolah sangat jauh mereka berangkat dari rumah sekitar jam 5 pagi dan samapai di sekolah jam 8 pagi mereka harus berjalan 3 jam untuk bersekolah, suatu perjungan yang sangat sulit untuk anak seusia mereka, tanpa ada alat transportasi mereka hanya berjalan kaki melewati gunung-gunung dan sungai yang apabila pada musim hujan akan banjir, hal ini juga yang menyebabkan mereka tidak mau membawa pulang buku-buku mereka karena alasan kalau dibawa pulang maka buku mereka akan rusak, dan masalah ini pun berlanjut ketika mereka setelah pulang sekolah harus membantu kedua orang tuanya di kebun sampai petang pun tiba, sehingga pada malam hari mereka sangat kecapean dan langsung istirahat tanpa belajar terlebih dahulu. Saya kira inilah jawaban yang saya dapatkan ternyata anak Timor itu tidak lemah dalam hal daya tangkap. Hanya saja mereka kurang beruntung, karena waktu mereka untuk belajar hampir tidak ada bahkan media pendukung pembelajaran seperti buku, internet bahkan lisrik untuk penerangan mereka belajar pada malam hari pun tidak ada, inilah jawaban yang saya dapatkan mengenai anak-anak di Pulau Timor demikian cerita saya di bawah Batu Kauniki.




STOP KEKERASAN PADA ANAK….!!!!!!
 BIARKAN MEREKA MENURUNKAN KASIH SAYANG
PADA GENERASI YANG AKAN DATANG.

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Terkadang kita lupa dalam masalah sepele mengenai pengucapan dalam bahasa Inggris. Media pembelajaran ini dibuat untuk membantu anak-anak untuk belajar membaca abjad, angka, hari dan binatang dalam bahasa Inggris. Mereka bisa dengan mudah belajar pengucapan dengan mengikuti apa yang diklik oleh mereka. Gambaran aplikasi sebagai berikut :


 
untuk menyimpan file tersebut untuk membatu si kecil belajar bahasa inggris silahkan download file tersebut klik disini

Saya berharap media ini bisa bermanfaat untuk semuanya. dan media-media yang lainya akan segera saya posting.

Rabu, 08 Oktober 2014

CONTOH INSTRUMEN NON TES

Tugas              : Penelitian Kuantitatif


INSTRUMEN EVALUASI PROGRAM SERJANA MENDIDIK DAERAH TERDEPAN TERLUAR DAN TERTINGGAL (SM3T)

A. Kisi-kisi Instrumen
NO
INDIKATOR
NO SOAL
1.
Pengaruh Program SM3T dalam mengatasi kekurangan guru di daerah 3T.
Positif    : 1, 2
Negatif   : 3, 4
2.
Pengaruh Program SM3T dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.
Positif    : 5, 6
Negatif   : 7, 8
3.
Pengaruh Program SM3T dalam meningkatkan angka partisifasi sekolah Masyarakat 3T.
Positif    : 9, 10
Negatif   : 11, 12

B. Instrumen
Petunjuk Pengisian :
  • Bacalah pernyataan pada tabel di bawah ini. Kemudian beri tanda ( √ ) jika anda Sangat Setuju(SS),Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS) dengan pernyataan yang ada pada tabel.
  • Setiap pernyataan hanya di isi satu tanda ( √ ).
No
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1.
Program SM3T adalah alternatif mengatasi kekurangan guru di daerah 3T.




2.
Program SM3T adalah program yang perlu dilanjutkan karena sudah membantu kekurangan guru di daerah 3T.




3.
Program SM3T hanya menghambur-hamburkan anggaran pemerintah.




4.
Program SM3T hanya menyusahkan pemerintah daerah.




5.
Proses pendidikan di daerah 3T terbantu karena adanya program SM3T.




6.
Terjadinya peningkatan yang signifikan dalam kualitas pendidikan di daerah 3T karena adanya program SM3T.




7.
Kualitas pendidikan tetap sama tidak ada pengaruh sebelum dan sesudah program SM3T.




8.
Program ini hanya menyusahkan Sekolah di daerah 3T.




9.
Angka partisifasi sekolah masyarakat meningkat karena adanya program SM3T.




10.
Program SM3T menyadarkan masyarakat 3T akan pentingnya pendidikan.




11.
Program SM3T belum terasa keadaanya ditengah masyarakat 3T.




12.
Program SM3T adalah program yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.





C. Rubrik Penilaian

No.
Pernyataan
Keterangan
1.
Program SM3T adalah alternatif mengatasi kekurangan guru di daerah 3T.
SS
Sangat membantu kekurangan guru di daerah 3T.
S
Membantu kekurangan guru di daerah 3T.
TS
Tidak membantu kekurangan guru di daerah 3T.
STS
Sangat Tidak membantu mengatasi kekurangan guru di daerah 3T.
2.
Program SM3T adalah program yang perlu dilanjutkan karena sudah membantu kekurangan guru di daerah 3T.
SS
Program ini sangat perlu dilanjutkan.
S
Program ini perlu dilanjutkan.
TS
Program ini tidak perlu dilanjutkan.
STS
Program ini sangat tidak perlu dilanjutkan.
3.
Program SM3T hanya menghambur-hamburkan anggaran pemerintah.
SS
Program ini sangat menghambur anggaran
S
Program ini menghambur anggaran
TS
Program ini bermanfaat dan tidak menghambur anggaran.
STS
Program ini sangat bermanfaat dan tidak menghamburkan anggaran.
4.
Program SM3T hanya menyusahkan pemerintah daerah.
SS
Program ini sangat menyusahkan pemerintah daerah.
S
Program ini menyusahkan pemerintah daerah.
TS
Program ini tidak menyusahkan pemerintah daerah.
STS
Program ini sangat tidak menyusahkan pemerintah daerah.
5.
Proses pendidikan di daerah 3T terbantu karena adanya program SM3T.
SS
Proses pendidikan sangat terbantu karena adanya program ini.
S
Proses pendidikan terbantu karena adanya program ini.
TS
Proses pendidikan tidak terbantu oleh program ini.
STS
Proses pendidikan tidak terbantu oleh program ini.
6.
Terjadinya peningkatan yang signifikan dalam kualitas pendidikan di daerah 3T karena adanya program SM3T.
SS
Terjadi peningkatan sangat signifikan dalam kualitas pendidikan.
S
Terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan.
TS
Tidak terjadi peningkatan signifikan dalam kulitas pendidikan.
STS
Sangat tidak terjadi peningkatan signifikan dalam kulitas pendidikan.
7.
Kualitas pendidikan tetap sama tidak ada pengaruh sebelum dan sesudah program SM3T.
SS
Kualitas pendidikan sangat tidak terpengaruhi perogram ini.
S
Kualitas pendidikan tidak terpengaruhi perogram ini.
TS
Kualitas pendidikan terpengaruhi perogram ini.
STS
Kualitas pendidikan sangat terpengaruhi perogram ini.
8.
Program ini hanya menyusahkan Sekolah di daerah 3T.
SS
Program ini sangat menyusahkan sekolah.
S
Program ini menyusahkan sekolah.
TS
Program ini tidak menyusahkan sekolah.
STS
Program ini sangat tidak menyusahkan sekolah.
9.
Angka partisifasi sekolah masyarakat meningkat karena adanya program SM3T.
SS
Partisifasi sekolah masyarakat sangat meningkat
S
Partisifasi sekolah masyarakat meningkat
TS
Partisifasi sekolah masyarakat tidak meningkat
STS
Partisifasi sekolah masyarakat sangat tidak meningkat
10.
Program SM3T menyadarkan masyarakat 3T akan pentingnya pendidikan.
SS
Sangat menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan.
S
Menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan.
TS
Tidak menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan.
STS
Sangat tidak menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan.
11.
Program SM3T belum terasa keadaanya ditengah masyarakat 3T.
SS
Sangat belum terasa keadaanya ditengah masyarakat.
S
Belum terasa keadaanya ditengah masyarakat.
TS
Terasa keadaanya ditengah masyarakat.
STS
Sangat terasa keadaanya ditengah masyarakat.
12.
Program SM3T adalah program yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.
SS
Program ini sangat tidak bermanfaat bagi masyarakat.
S
Program ini tidak bermanfaat bagi masyarakat.
TS
Program ini bermanfaat bagi masyarakat.
STS
Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.